Puisitentang alam adalah puisi yang bercerita tentang berbagai fenomena di alam, seperti pegunungan, pedesaan, pantai, laut, atau tentang alam yang rusak. Maka, apapun rasa dapat terlukis secara perlahan dari goresan pena yang mengalur menjadi diksi bermakna. 5 Contoh Sajak Sunda tentang Alam dan Lingkungan Sampai jumpa pada tema puisi tentang alam selanjutnya. Puisitentang alam yang rusak bertambah panasnya dunia inisemakin tak terasa sejuknya anginsemakin tak terdengarnya kicauan nyanyian alamsemakin hilang jernihnya air sungaihanya keringat manusia serakah yang sering menetes dibumidan semakin keringnya tanah yang dia pijaktak ada lagi pohon yang tumbuh, hanya gedung yang sanggup bertahan saat inikemana manusia yang dulu merindukan Puisikerusakan hutan mengkritisi hutan indonesia kini rusak dan gundul akibat ulah manusia bermodal yang mementingkan hajat pribadi, tanpa mempedulikan alam sehingga keindahan alam hanya tinggal cerita. Simak/baca juga puisi tentang alam yang lain di blog ini, semoga puisi kerusakan hutan diatas dapat mengugah hati kita semua untuk tetap Fast Money. Kumpulan puisi tentang lingkungan hidup yang rusak. Bagaimana cerita puisi lingkungan dalam bait puisi alam yang diterbitkan blog berkas puisi. diantaranyaPuisi jasad rimbaPuisi pada yang raibPuisi hutanku dahuluApakah berkisah seperti puisi rusaknya lingkungan atau puisi lingkunganku ataukah puisi tentang lingkungan yang hijau dan lebih jelasnya puisi tentang lingkungan hidup disimak saja puisi bertema lingkungan dibawah ini dalam deretan bait kumpulan puisi tentang lingkungan hidup yang rusakPUISI JASAD RIMBAKarya NadyaIbu yang bumi meratap pasrahLuka sekujur tubuh memerah tanahTatap ayah menghimpun tetes laraMenghiba, menatap rumah rimbaJasad rimba tertidur di ranjang baraTubuhnya tinggal belulang arang jelagaAsap menari iring kemana lidah paling apiMencabik batang-batang semiAngin yang gemuruh membawa sesakBocah riang tersendakBayi-bayi membiru ditetek jarum-jarum suntikNapas hanya menunggu keajaiban vulkanikMereka dalam sakit pecahnya tangan keserakahanMendaur ulang menghalalkan kematianTerkulai nafsu ambisiDari ulah diktator sebagaian kaum berdasiPADA YANG RAIBKarya Anik SusantiDi pemujaan sepi, deru mengiang gemuruhSemakin sunyi pilar-pilar hijau runtuhHanya suara angin bekas dirubuhnya pusakaRaib suara satwa-satwaAir tak punya hentiannyaRiang euforia kicau hilangMenghantui alamku adalah bencanaDebat kosong pusara para rindangMenjadi mendiang hutanBumi sudah bergelar senjaTitah Sang Kuasa merapikan ketentuanPinta udara masih ingin bersuaMeski sesak menyimpan harapanMenculik mimpi, tentang mangrove di tepi lautanSemoga di sini disentuh reboisasi pulaPada muda, lambai bermuaraHulu; paru-paru kota jangan sampai tiadaHUTANKU DAHULUKarya Lukman SambongiAsri, sejuk dipandang mataKeelokannya sungguh luar biasaMembuat banyak orang jatuh cintaMengguras hasil bumi di dalamnyaTerpikat hati ingin mengjarah segala yang adaTanpa peduli dampak, erosi melanda mengubahMaka malapetaka tiada bisa ditundaKarena segelintir ulah para perambahDahulu, sangat indah, masih terbayangDi ujung kelopak mataku yang sayub iniNamun, kesedihanku pun memuncak kiniMenyaksikan pohon pinus kesayanganTelah jadi abu dan bercampur lumpurSekarang terus membabat hingga menguburTiada pengganti tunas-tunas yang suburMusnahlah hingga masapun akan terkubur. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. PUISI TEMA ALAMPuisi tema alam adalah puisi yang bersajak tentang berbagai hal yang berkaitan dengan fenomena alam seperti pegunungan, pedesaan, pantai, laut, luar angkasa, atau tentang alam yang rusak. Menulis puisi alam merupakan salah satu cara untuk mengungkapkan ketakjuban terhadap keindahan alam dan segala isinya yang ditujukan sebagai wujud rasa syukur. Berikut ini adalah tiga karya puisi bertema alam ciptaan Berwarna Mataku terpaku Seketika terbit senyum tertahankuAda pelangi disana...Benakku mengagumiKeindahan nyata yang fana ini Bagai lintasan panjang tiada akhirAda pelangi disana...Menghapus gelapnya langit 1 2 3 4 Lihat Puisi Selengkapnya Puisi mengandung rangkaian kata dan syair indah sehingga dapat dinikmati berbagai kalangan. Bentuk karya sastra ini juga berguna untuk menyampaikan beberapa pelajaran hidup. Salah satu contohnya adalah puisi tentang alam dan lingkungan yang ditulis guna menyampaikan kekhawatiran akan kerusakan-kerusakan yang terjadi di bumi. Mengapa Memilih Tema Alam dan Lingkungan? Bagi sebagian aktivis, puisi tentang alam dianggap efektif sebagai alternatif dari protes atau orasi yang ditujukan kepada para petinggi negeri yang telah mengabaikan keberlangsungan hidup masyarakat dan alam sekitarnya. Beberapa tema puisi tentang alam dan lingkungan yang membahas lebih spesifik tentang kerusakan di planet bumi ini, di antaranya carbon footprint jejak karbon, penggundulan hutan, penumpukan sampah plastik yang mengganggu ekosistem laut, dan masih banyak lagi. Sajak Matahari Oleh Rendra Matahari bangkit dari sanubariku. Menyentuh permukaan samodra raya. Matahari keluar dari mulutku, menjadi pelangi di cakrawala. Wajahmu keluar dari jidatku, wahai kamu, wanita miskin ! kakimu terbenam di dalam lumpur. Kamu harapkan beras seperempat gantang, dan di tengah sawah tuan tanah menanammu ! Satu juta lelaki gundul keluar dari hutan belantara, tubuh mereka terbalut lumpur dan kepala mereka berkilatan memantulkan cahaya matahari. Mata mereka menyala tubuh mereka menjadi bara dan mereka membakar dunia. Matahri adalah cakra jingga yang dilepas tangan Sang Krishna. Ia menjadi rahmat dan kutukanmu, ya, umat manusia! Puisi Sajak Matahari bertemakan kemanusiaan yang membahas tentang moral manusia. Dalam puisi tersebut, dunia digambarkan mulai hancur akibat keserakahan manusia itu sendiri. Mereka ingin menguasai dunia ini dengan menghalalkan beragam cara. Hutan Karet Ditulis oleh Joko Pinurbo Daun-daun karet di hamparan waktu. Suara monyet di kalong menghalau pucuk-pucuk ilalang belalang di semak-semak rindu. Dan sebuah jalan kenangan terjal. Sesaat sebelum surya berlalumasih kudengar suara bedug bertalu-talu. Puisi ini dapat diinterpretasikan sebagai penggambaran suasana hutan karet yang masih asri dan alami, belum banyak terjamah oleh tangan manusia. Embun Pagi Ditulis oleh Supriyanto Kala pagi menyingsing Matahari nampakkan sinarnya Kala itulah sang dingin unjuk diri Meliput indahnya sebuah.. Embun Pagi. Embun pagi yang mulai jatuh Jatuh dipelukankuuu.. Lembuttttt Selembun hatiku yang selalu merindukanmu Murni.. Semurni cintaku padamu Tulus.. Setulus kasih yang selalu indah Bermain dalam kerinduan hati Merekahhh bak bunga mawar yang putih Putih dalam kesucian diri Walau waktu menunjukkan kuasaNya Namun lembut dan beningnya Embun pagi Masih kurasakan. Hmmmm..Embun pagi! Kurindukanmu. Tuk yang jauh disana. Makna dari puisi ini adalah penggambaran tentang keindahan alam yang tidak lengkap tanpa embun pagi. Fenomena alam ini juga sangat erat kaitannya dengan isu kerusakan alam dan lingkungan. Baca juga 10+ Puisi Guru Terbaik dan Penuh Makna! Rintik Hujan Aliran sungai menguap ke angkasa Dibawa sang angin nan perkasa Disulap menjadi titik-titik embun Sehingga air hujan pun terbentuk dan turun Evaporasi, presipitasi, kemudian kondensasi Salah satu fenomena alam yang harus disyukuri Kehidupan Desa Kicauan burung saling bersahutan Di pagi hari yang sarat kehangatan Bermain pada pucuk serta dahan Lengkapi alam desa dengan keindahan Udara segar pun bersemilir Terselip di sela-sela dan pelosok desa Hari baru kini bergulir Suasana rasa sejahtera dan sentosa Jejak Karbonku Naik pesawat terbang Aku jadi tinggi melayang Naik kendaraan mobil Aku merasa bukan orang kecil Naik sepeda motor Kakiku jadi tidak kotor Namun, semua itu hanya ilusi Kendaraanku hanya meninggalkan polusi Hidup Kapitalisme! Hidup ini penuh kejar-kejaran Pun sarat dengan perlombaan Tiada lagi “ketulusan” jika tiada cuan Kita semua menjadi budak kapitalisme Demi kemewahan, kita sembah konsumerisme Bisa jadi kita juga kini menganut paham hedonisme Alam yang asri pun dieksploitasi Tak peduli tebalnya polusi dan radiasi Yang telah menguasai planet bumi Hidup kapitalisasi! Pantai Plastik Putih Kugenggam ia pasir putih Saat ku berlibur di pantai laut biru Nyiur melambai nan asri Diterpa angin yang menderu-deru Oh, namun, sayang… Ternyata bukan pasir di tangan Ternyata butiran plastik dalam genggaman Cinta Tanah Air Benarkah kamu cinta tanah airmu? Sejatikah rasa nasionalismemu? Aku meragu… Faktanya, kamu tetap membuang sampah sembarangan Kamu tetap menggunakan plastik sekali pakai Kamu tebangi pohon-pohon tak bersalah Kamu sumbat sumber mata air dengan lumpur dan semen Jadi, benarkah kau mencintai tanah airmu?… Kisah Gunung Agung Terdapat sebuah kisah Tentang gunung yang agung Ia menjulang tinggi Menembus kumpulan awan Hamparan hijau di bawahnya Begitu indah nan asri Hanya saja, itu kisah di masa lalu Kini, gunung nan agung telah dieksploitasi Tubuhnya digerus demi emas permata Tentu saja, pelakunya manusia Pemanasan Global itu Nyata Suhu bumi yang semakin meningkat Tumpukan sampah plastik yang selalu bertambah Volume air laut yang kian membesar Lubang ozon yang terus menganga Beberapa jenis hewan yang kini telah punah Masih mau bilang pemanasan global itu rekayasa?Nah, setelah mengetahui 12 contoh puisi tentang alam serta lingkungan di atas, sudahkah Anda tergerak untuk setidaknya tetap menjaga kebersihan lingkungan sekitar? Semoga contoh-contoh puisi di atas juga dapat menjadi inspirasi Anda dalam menulis puisi mengenai isu alam serta lingkungan. Kembangkan Dana Sekaligus Berikan Kontribusi Untuk Ekonomi Nasional dengan Melakukan Pendanaan Untuk UKM Bersama Akseleran! Bagi kamu yang igin membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah di Indonesia, P2P Lending dari Akseleran adalah tempatnya. Akseleran menawarkan kesempatan pengembangan dana yang optimal dengan bunga rata-rata hingga 10,5% per tahun dan menggunakan proteksi asuransi 99% dari pokok pinjaman. Tentunya, semua itu dapat kamu mulai hanya dengan Rp100 ribu saja. Yuk! Gunakan kode promo BLOG100 saat mendaftar untuk memulai pengembangan dana awalmu bersama Akseleran. Untuk pertanyaan lebih lanjut dapat menghubungi Customer Service Akseleran di 021 5091-6006 atau email ke [email protected]

puisi tentang alam yang rusak